Nur

Oleh : Ardhia Tri AP Pembunuh!” mendengar itu urat2 wajah lelaki itu menegang. Diletakkannya telunjuk persis di depan bibirnya, sambil menoleh ke kanan dan kiri, melihat situasi. “Sssttss, jangan terlalu keras. Banyak yang bisa mendengarmu,” ujarnya berbisik pada perempuan cantik