Menuju mati, menuju multidimensi ruang dan waktu, kemudian sejati

Menuju mati, menuju multidimensi ruang dan waktu, kemudian sejati
kalau sudah tua, di usia senja, diambang kematian setiap manusia akan dipaksa untuk bertabrakan dengan kenyataan hidup bahwa yang ia cari adalah yang sejati siapapun ia, apapun status sosialnya, tinggi atau rendah pangkatnya, gagah atau tidak eksistensi budayanya, sehebat apapun profesi dan reputasinya, semua akan dipaksa masuk dan berpikir untuk memilah antara yang sejati dan ...